Seperti apakah wujudnya ketika Tuhan menolak untuk menyerah pada suatu jiwa?
Melalui biografi yang menarik dan perjalanan renungan 40 hari yang dirancang dengan cermat, pembaca dipandu melalui tema-tema pertobatan, identitas, ketaatan yang tertunda, keinginan yang terpecah, konflik batin, kasih karunia, kekudusan, ketekunan, peperangan rohani, kedewasaan, dan buah yang nyata. Perjalanan ini sengaja bergerak dari pembentukan Agustinus hingga transformasi pembaca.
Untuk siapa buku ini?
Buku ini ditujukan untuk:
. Orang Kristen yang haus akan kedalaman rohani dan iman yang taat
. Orang percaya yang bergumul dengan penyerahan diri yang tertunda atau keinginan yang terpecah
. Pemimpin gereja yang mendidik orang lain dalam Kekristenan sejati
. Orang percaya baru yang mencari model iman yang autentik
. Pembaca yang menginginkan penerapan Kitab Suci, bukan hanya penjelasan
Buku ini ditulis untuk semua orang percaya, dengan keyakinan bahwa Roh Kudus akan mempersonalisasikan kebenaran seiring dengan perjalanan setiap pembaca.
Janji Buku Ini
Buku ini menjanjikan:
. Merangsang kerinduan rohani
. Menghadapi ketaatan yang setengah hati
. Memperkuat iman melalui kesaksian yang jujur
. Memperkuat kecintaan pada Firman
. Menginspirasi kehidupan yang menghasilkan buah yang nyata
. Memperlengkapi pembaca untuk hidup sebagai duta Kristus.
Buku ini tidak menjanjikan kenyamanan tanpa perubahan.
Buku ini menjanjikan perubahan melalui penyerahan diri.
"Buku ini mengubah Agustinus dari seorang raksasa teologis yang jauh menjadi sesama peziarah; perjuangannya, penundaannya, dan penyerahannya terasa sangat modern. Keduanya menarik dan penuh harapan."
"Perpaduan langka antara biografi, kitab suci, dan pembentukan rohani. Renungan ini tidak hanya memberi informasi kepada pikiran-tetapi juga menekan dengan lembut namun tegas pada hati."
"Pesan-Pesan Hidup mengajak pembaca untuk berhenti memandang iman dari jauh dan mulai menghidupinya secara terbuka. Kesetiaan Agustinus menjadi pintu menuju pertobatan dan pembaharuan pribadi."
"Karya ini mengingatkan kita bahwa kesaksian terbesar kepada Tuhan bukanlah kehidupan yang dipoles, melainkan kehidupan yang diberikan. Kisah Agustinus diperlakukan dengan penuh hormat, kedalaman, dan kebijaksanaan pastoral."
"Selama lebih dari 40 hari renungan, buku ini merupakan hubungan yang berkelanjutan dengan kasih karunia-hubungan yang mengejar, menantikan, menghadapi, dan pada akhirnya mengubah."